Akuntabilitas keuangan akan sangat ditentukan oleh sistem pengendalian internal yang memadai, sumber daya manusia yang handal, dan perangkat pengelolaan yang paling sesuai

 

Organisasi nirlaba di Indonesia, yang punya karakter sangat berbeda dibanding organisasi bisnis, wajib menerapkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 45 dalam menyajikan laporan keuangannya. Dengan menerapkan PSAK No. 45, diharapkan laporan keuangan organisasi nirlaba dapat lebih mudah dipahami dan memiliki relevansi serta daya banding tinggi.

Akuntabilitas keuangan organisasi nirlaba akan bersandar pada kekuatan sistem pengendalian internal dan kinerja pengelolaan keuangan organisasi, yang harus dikembangkan secara spesifik sesuai dengan karakteristik khusus organisasi nirlaba. Penaksiran resiko dan penentuan aktivitas pengendalian akan menjadi kunci utama bagi pengembangan sebuah sistem pengendalian internal.

Selain itu, akuntabilitas keuangan organisasi nirlaba juga akan sangat ditentukan oleh beberapa faktor pendukung kinerja pengelolaan yang lain, yaitu sumber daya manusia, infrastruktur, dan perangkat pengelolaan keuangan. Keseluruh elemen akuntabilitas keuangan organisasi nirlaba tersebut harus dipahami dan dikembangkan secara sistematis, sebagai salah satu upaya mempertahankan keberlanjutan organisasi dan, pada akhirnya, sebagai bagian dari upaya memperkuat posisi dan peran masyarakat sipil di Indonesia.

Fulcra hadir untuk membantu Anda menuju ke sana, mengembangkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan organisasi nirlaba di Indonesia; dan pada saat yang sama mendampingi organisasi Anda bertumbuh, berkembang dan lestari.

Perlu konsultasi awal untuk mendiskusikan permasalahan organisasi Anda? Sila hubungi kami, dan selekas mungkin kami akan menghubungi Anda kembali untuk langsung memfasilitasi Anda berdiskusi dengan para spesialis dan praktisi pengelolaan keuangan organisasi nirlaba yang paling relevan dengan tantangan yang sedang Anda hadapi